Indahnya Belajar dan Mengajar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
Posted by admin - -

Aku tidak akrab sama anak pertamaku

Selamat paagi sobat eMKa Land, semangat Kamis dari yang manis di teras"mellykiong" tentunya dengan seduhan teh manisnya ya.

Kenapa banyak bangat ya ibu ibu yang datang ke saya dan menceritakan betapa pusingnya dia dengan anak pertamanya.
Lho kog bisa? Ternyata mereka sadar kalau mereka terlalu mengatur anak pertama sehingga anaknya tidak suka, begitu anak kedua mereka mengakui lebih longgar.

Jadi ingat bagaimana seorang peserta kelas Parenting bbrp waktu lalu, dengan deraian air mata merasakan betapa frustrasinya dia dan suami terhadap anak pertamanya.
Namun dengan mindful parenting,dan cara yang sederhana hanya bagaimana cara mengubah gaya komunikasi, akhirnya pasangan orgtua itu merasakan bahagia yang luar biasa sekarang punya hubungan yg sangat dekat.

Intisarinya adalah tetap, byk orgtua yang tidak mengerti bahwa yg membuat mereka jauh dari anak pertama karena larangan yang dilakukan tanpa berempati.

Selamat introspeksi ada kesalahan dimana yuk dan boleh diskusi.

Smile
Melly kiong
Www.menatakeluarga.com
Www.emkaland.blogspot.com

"Hubungan dengan anak pertama adalah barometer kualitas komunikasi orgtua dan anak"

Posted by admin - -

Semua orgtua takut anaknya terpengaruh, bagaimana sebaliknya?

Selamat pagi sobat eMKa Land yang berbahagia, semangat Rabu menggebu, teras"mellykiong" walaupun hujan tetap smile.

"Aduh aku takut anakku terpengaruh sama teman temannya"....kalimat yang banyak saya dengar dari sesama ibu ibu.

Dari kalimat ini memberikan arti bahwa setiap orgtua merasa bahwa anaknya yang terbaik. Jadi anak siapa dong yang tidak baik?
Dan pertanyaannya bagaimana kalau anak kita yang justru mempengaruhi anak orglain?

Jadi bagaimana kita tidak usah mengkambing hitamkan lingkungan, dan mari kita lihat apa yang salah dari sikap sikap anak kita.
Saya juga mau ah, lihat Julian suka ngambek karena saya yang suka ngambek ternyata.
Matthew Iseng, karena aku yang iseng.
Coba ah perbaiki yang tidak baiknya.

Selamat pagi
Smile melly kiong

"Cermin yang pertama dilihat anak adalah orgtuanya sendiri"

Posted by admin - -

Kulwap IIP Salatiga
Rabu 11 Maret 2015
Nara sumber Mira Julia (Lala) Rumah Inspirasi
Host: rina minarti,  co host: santi
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tujuh pertanyaan yang sering diajukan mengenai homeschooling adalah:
• Adakah homeschooling di kota saya? Di mana saya bisa mendaftar homeschooling?
• Berapa biaya homeschooling yang harus saya bayar?
• Bagaimana ijazah anak homeschooling? Apakah anak homeschooling bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi?
• Bagaimana sosialisasi anak homeschooling?
• Sejak usia berapa anak bisa homeschooling?
• Bagaimana standar dan kurikulum homeschooling?
• Apakah saya bisa melaksanakan homeschooling sambil bekerja?
• Adakah homeschooling di kota saya? Di mana saya bisa mendaftar homeschooling?

Homeschooling/HomeEducation adalah model pendidikan di mana keluargamemilih untuk bertanggung jawab sendiri atas proses pendidikan yang dijalani anak-anaknya. Jadi, HS/HE bukan sebuah lembaga atau institusi. Di dalam penyelenggaraan HS/HE, orangtua dapat memilih apakah menyelenggarakan sendiri proses HS/HE atau menggunakan bantuan lembaga lain. Lembaga yang membantu proses HS/HE bisa berupa klub, bimbel, kursus, penyelenggara ujian, dan sebagainya.

Di Indonesia ada sedikit salah-kaprah dalam penggunaan istilah HS. Banyak lembaga yang mempromosikan diri sebagai homeschooling. Lembaga yang sering mempromosikan diri sebagai HS sebenarnya menimbulkan kerancuan tentang istilah HS. Sebab, sesuai dengan namanya (home) dan praktek yang umum di seluruh dunia, HS itu bentuknya adalah keluarga, tak pernah berbentuk lembaga.
Jadi, untuk menjalani HS/HE, Anda tidak harus mendaftar ke mana-mana. Yang perlu Anda perlukan adalah mencari teman seperjuangan, sesama praktisi HS/HE yang ada di kota Anda agar bisa berkegiatan bersama (jika diperlukan)

Posted by admin - -

Resume diskusi ke 4 HE BPA Semarang

Menyiapkan generasi aqil baligh, tentu memiliki tahapan-tahapan. Untuk pendidikan generasi aqil baligh pada tahap balita, referensi yang paling indah adalah kehidupan Rasulullah SAWdi usia 0-7 tahun. Di usia 0-7 tahun ajaklah anak-anak untuk kaya akan wawasan. Kebanyakan kita berpikir bahwa pendidikan sama dengan persekolahan. Sehingga banyak PAUD (pendidikan usia dini) yang berubah menjadi SAUD (sekolah anak usia dini). Pendidikan Anak Usia Dini bukanlah persiapan masuk SD, tetapi agar anak-anak balita kita utuh menjadi anak usia dini dengan semua aspek fitrah pada usianya.

Lihatlah bagaimana Allah SWT mempersiapkan pendidikan usia dini Rasulullah SAW. Siroh mencatat bahwa Rasulullah SAW adalah seseorang yang paling lembut dan halus tutur katanya. Kefasihan tutur itu adalah bahasa ibu  yang diperoleh beliau dengan baik ketika tinggal di Bani Sa’diah pada rentang usia 0-5 tahun, yang bahasanya masih murni. Bahasa bukanlah sekedar grammar, dia adalah ekpresi pikiran dan perasaan, gagasan dan curhatan. Bahasa Ibu sangat penting untuk membentuk generasi aqil baligh pada tahap berikutnya.

Posted by Ummu Hafidh - -

Adakah diantara kalian yang semakin bertambah usia semakin semangat untuk belajar? Seiring meningkatnya jenjang pendidikan semakin bergairah terhadap ilmu? Jika iya, saya ucapkan selamat, anda sungguh beruntung. Ya, beruntung karena fenomena yang kerap saya temui justru sebaliknya.


Jika saya mengingat masa kanak-kanak saya betapa besar keinginan untuk bersekolah.Diantara kita saat itu mungkin tidak sedikit yang ingin ikut kakak pergi ke sekolah. Masa taman kanak-kanak bagi kebanyakan kita menyisakan kenangan yang sangat menyenangkan. Setiap hari bermain, bernyanyi, dan melakukan hal-hal lain yang sifatnya senang-senang. Padahal tanpa kita sadari kita belajar banyak hal. Masa taman kanak-kanak membuat kita mengambil kesimpulan bahwa sekolah itu menyenangkan.