Indahnya Belajar dan Mengajar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
Showing posts with label kontemplasi. Show all posts
Showing posts with label kontemplasi. Show all posts
Posted by admin - -

Katanya, setiap orang punya jatah gagal. Jatah ini bisa didapat di awal, di tengah atau di akhir. Bisa jadi kalo ga pernah gagal alias sukses terus, jatah gagal datangnya belakangan. Bener apa nggaknya, hal ini bagus dipahami untuk senantiasa waspada jika kita terus menerus menemui sukses. Sebaliknya, jika kita merasa terus menerus mendapat gagal, maka kita perlu optimis karena jatah gagal pasti akan habis kuotanya.

#day4
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath

Posted by admin - -

Nice Homework #2 matrikulasi institut ibu profesional kali ini adalah menyusun indikator profesionalisme perempuan dalam tiga hal :

  • sebagai individu
  • sebagai istri
  • sebagai ibu 


NICE HOME WORK #2
Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat

“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”

a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.

Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.
Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND ( Berikan batas waktu)


Tentu ini bukan hal yang mudah ya, tapi bismillah harus berani mencoba, untuk berubah, untuk menjadi lebih baik. 


  1. Sebagai individu

Hakikat perempuan sebagai individu adalah sebagai hamba Allah, sehingga diantara indikator yang dapat disusun adalah sebagai berikut :

  • Mampu mengerjakan shalat lima waktu di awal waktu (maksimal 1/2 jam setelah adzan dhuhur dan isya, 1/4 jam setelah adzan subuh, ashar dan maghrib)
  • Mampu membaca dan mentadaburi al quran minimal satu halaman setiap hari
  • Mampu mengenali kelebihan dan kekurangan diri untuk memberi manfaat bagi keluarga maupun lingkungan mayarakat dalam bentuk ide/pemikiran, tulisan, maupun buah karya
  • Mampu mengetahui yang disukai dan yang tidak disukai sehingga dapat mengendalikan emosi
  • Mampu mengenali peran sehingga dapat menyelesaikan kegiatan dan tugas harian sesuai prioritas

     2. Sebagai istri

Indikator profesionalisme sebagai istri yang saya tuliskan di bawah ini beberapa adalah buah pemikiran saya dan ada beberapa indikator yang diisyaratkan oleh suami (yaitu yang berkaitan dengan pekerjaan rumah) :

  • tersedianya menu serasi setiap hari
  • terciptanya rumah yang bersih setiap hari
  • baju bersih setelah kering dicuci tertata rapi di lemari, baju siap pakai paling lambat setengah jam sebelum digunakan
  • mampu mengatur keuangan keluarga untuk kepentingan akhirat, simpanan/tabungan, dan kepentingan saat ini setiap bulannya
  • tidak membicarakan aib keluarga kecuali kepada orang yang tepat untuk dimintai solusi



     3. Sebagai ibu
Insya Allah saat saya sudah diberi amanah oleh Nya sebagai ibu, saya ingin menjadi pendidik utama bagi anak-anak sampai anak-anak dapat menemukan peran/ misi hidupnya. Berikut saya mencoba merinci indikatornya :
  • selalu bersama anak-anak sampai anak-anak mencapai usia balighnya, baik di saat dekat maupun jauh 
  • beraktivitas bersama anak-anak dalam jangka waktu disesuaikan dengan umur/ tahap perkembangan anak
  • mampu membuat catatan dokumentasi perkembangan anak setiap pekannya





Posted by admin - -

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Postingan kali ini aku mau share Nice Homework 1 (NHW#1) program matrikulasi IIP. Bagi yang kepo apa itu IIP, intip aja langsung di sini ya

Okey, izinkan aku mengambil napas panjang dulu ya, hehe.. Lebay dikit aja gapapa kan ya, tapi bener sih ini bukan hal yang mudah untuk di jawab. Ada banyak ketakutan yang harus aku kalahkan untuk mengerjakan ini apalagi mempostingnya. Barangkali bagi kamu ini bukan hal yang serius, apaan sih, kenapa juga harus ikut matrikulasi, kenapa juga harus ngerjain peer kayak beginian. But, bagiku ini sangat penting, sangat serius. Aku sampai mulai postingan ini dengan tulisan bismillah. Bismillah, laa haula wa laa quwwata illaa billah..

Kenapa sih penting? Ya, penting, karena memang aku sedang serius mencari misi hidupku. Nice Homework ini, bagiku sebenarnya adalah alat bantu untuk menemukan misi hidup. Hmm, kenapa juga misi hidup sangat penting dan perlu banget untuk kutemukan, juga sudah pernah kutulis dan bisa kamu baca di sini

Biar gak penasaran, ini aku tuliskan apa aja yang perlu aku kerjakan di NHW#1 

📚NICE HOMEWORK #1📚
ADAB MENUNTUT ILMU
Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #3, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas.
Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW.
Dalam materi "ADAB MENUNTUT ILMU" kali ini, NHW nya adalah sbb:
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Bismillah, sekarang saatnya aku menuliskan jawaban dari keempat hal di atas. Sebelumnya, boleh ya kalau aku kasih sedikit prolog, berkaitan dengan ilmu yang ingin aku tekuni.

-Prolog-

Barangkali aku adalah salah satu diantara banyak orang yang punya banyak kesukaan dan kebisaan, Hal yang perlu disyukuri dan aku yakin banyak sekali yang demikian. Sayangnya, semuanya rata-rata jadi susah untuk merasakan mana yang paling aku sukai, mana yang paling aku bisai, yang paling membuat hidupku menjadi lebih hidup. Inilah yang selama ini membuat hidupku terasa berputar putar di situ saja, tanpa banyak perubahan yang bisa aku lakukan dalam hidupku. Meskipun demikian, aku berusaha untuk tetap mensyukuri semuanya. Alhamdulillah.

Seiring perjalanan hidupku, Allah mempertemukan aku dengan pasangan hidupku (baca : suami), kemudian Allah pertemukan jua aku dengan mentor-mentor baru di dalam hidupku. Allah seperti memberikan banyak hal yang harus aku baca dan pahami, sampai pada kesimpulanku bahwa aku yakin, setiap orang punya misi hidup, tugas spesifik yang Allah berikan agar dapat menjadi khalifah di muka bumi ini. Kemudian, aku pun menetapkan sebuah keputusan bahwa hal terpenting yang harus kutemukan adalah itu, misi hidup karena aku percaya ketenangan dan kebahagiaan hidup akan lebih mudah untuk dinikmati dan disyukuri jika aku telah berjalan memenuhi panggilan Nya, menunaikan tugas spesifik yang Dia inginkan untukku.

Aku pun kemudian memulai untuk mengingat semua, perjalanan hidupku, sekuat yang bisa kuingat. Aku menuliskan sebuah catatan penting tentang itu, kucoba tuliskan apa saja hal hal yang aku senangi dan bisa aku kerjakan. Tulisan itu, bisa dilihat di sini, yang kemudian aku coba jadikan pertimbangan untuk bisa menjawab keempat hal pada NHW#1 ini.

-Jawaban NHW#1-


  1. Jurusan ilmu yang akan saya tekuni untuk saat ini (karena hanya boleh menjawab satu) adalah electronics control networking. Jurusan ilmu apa ini? ini jurusan ilmu yang saya buat buat sendiri, adapun penjelasannya sebagai berikut : Electronics sebagai salah satu hal yang saya sukai dan Alhamdulillah menjadi bidang akademis yang saya tekuni di saat saya kuliah dulu. Tapi, tidak semua hal pada electronics membuat saya senang dan mudah untuk mencernanya. Kemudian, logics sebagai salah satu kegemaran dan kebisaan saya, membuat saya tertarik untuk mendalami control programming terkait dengan electronics. Terakhir, computer networking sebagai salah satu ilmu yang membuat saya penasaran selepas saya lulus sarjana dan sampai akhirnya saya rela membayar kursus keahlian dengan penuh kesadaran. Ternyata, saat ini (sudah hampir 4,5 tahun) Allah menempatkan saya untuk lebih memahami aplikasi dari computer networking itu. Akupun lalu tertarik pada satu tren cabang ilmu baru, yaitu internet of everythings (ioE), yang saya merasa cocok karena dapat meng-cover electronics, control program, juga computer networking, Tapi, aku merasa nama ioE ini sangat mengerikan, dan sudah menjadi sebuah cabang ilmu baru yang belum tentu semua cocok buatku, jadilah aku lebih nyaman dengan penyebutan electronics control network. Semoga Allah memudahkan jalanku untuk segera menemukan misi hidupku,
  2. Setelah mencoba membaca tanda yang Allah berikan sepanjang perjalanan hidupku, saat ini saya merasa ada panggilan yang cukup kuat dalam hal membantu orang orang untuk belajar. Ada kesenangan tersendiri jika bisa menemani anak anak muda mencari dan melesatkan potensinya dalam passionnya tersebut. Selain itu saya selalu ingin bisa menciptakan alat bantu atau media yang bisa membuat orang senang belajar. Secara umum, jika saya bisa dan Allah mengizinkan, saya akan melakukan hal tersebut (membantu orang dalam belajar baik sebagai fasilitator maupun dengan menyediakan media media sebagai alat bantunya). Namun demikian, aku akan (sebenarnya sudah) memulainya dengan bidang ilmu yang juga akan membuatku menjadi lebih senang, lebih hidup.
  3. Strategi yang saya rencanakan secara umum adalah dengan rangkaian kegiatan : belajar-mengajar-menulis-berkarya (menghasilkan produk). Saya akan memulainya dengan belajar, kemudian saya akan berusaha berbagi ilmu dengan mengajarkannya. Setelah itu, saya akan menuliskan pengalaman belajar dan mengajar saya sehingga kemudian saya bisa menghasilkan sebuah produk-produk yang sesuai dengan maksud dan tujuan saya, yaitu membantu orang belajar, agar orang selalu senang belajar, agar orang bisa melesatkan potensinya. Secara sederhana, hasil akhir yang ingin saya ikhtiarkan adalah mencipta kit-kit belajar, khususnya di bidang ilmu yang ingin saya dalami. Adapun hal-hal yang perlu saya kuatkan untuk lebih serius saya pelajari adalah : analisis rangkaian elektronika, pemrograman arduino, dan komputer jaringan.
  4. Agar mendapatkan keberkahan dalam menuntut ilmu, saya akan berusaha memperbaiki beberapa sikap saya. Dalam proses menuntut ilmu tersebut, bismillah saya akan berusaha untuk : lebih tertata dalam mempelajari ilmu (sistematis), lebih disiplin waktu (manajemen waktu), dan membuat dokumentasi/catatan pengalaman secara lebih konsisten.

Alhamdulillah, terjawab juga keempat hal yang menjadi NHW#1 ini. Semoga Allah memudahkan langkahku kemudian. Barakallah..

Posted by Ummu Hafidh - -

Bukan tentang flipped classroom yg sdg menjadi penelitianku. Mengambil filosopi flipped yg artinya membalik.
Ya, semua yang sedang kujalani terasa seperti sebuah pembalikan. Bukan karma buruk, hanya pembalikan, itu saja. 

Keinginan menjadi full time mother saat membuat sebuah keputusan besar (baca : nikah) justru mendapatkan ujian sebaliknya. Barangkali inilah yang dinamakan ujian. Dan Allah memberikan ujian berdasarkan kebutuhan dan kemampuan hambaNya. Bukan ujian namanya kalau selalu diberikan apa yang diinginkan hambaNya.Bukan hidup namanya kalo tidak ada ujian.

Yang inginnya bersenang2 dahulu adakalanya sangat cepat diamanahi, sebaliknya juga terjadi. 

Apapun keadaan kita saat ini kita hanya wajib menjaga kesadaran. Agar tetap melakukan yang terbaik terhadap apa saja yang sedang diamanahkan untuk kita saat ini. Agar kita tidak pernah berhenti belajar dan membekali diri. Agar kita tetap dapat menjaga doa-doa kita dalam kebaikan. Agar selalu dapat menjalani dengan penuh kesyukuran. Agar dapat menjadi #profesional, #produktif ...

Posted by Ummu Hafidh - -

Ada yang menarik di semester ini. Actually, bukan hal yang spesial ato gimana-gimana sih... Pengalaman pertamaku mengikuti "arus" persiapan audit. Sibuk? pasti... soalnya semua disiapkan dadakan... Harusnya sih memang gak nunggu diaudit, jadi gak kalang kabut. tapi..
Anyway, berdasarkan pengalaman itu, perenunganku membuahkan pemikiran-pemikiran yang sama sekali bukan pemikiran baru, hehe..

  • sebenernya, 24 jam mengajar dari pemerintah itu ideal, dengan catatan seorang guru tertib dengan segala ubo rampe mengajarnya..
  • sebenernya (lagi), ubo rampe yang disiapkan menurut prosedur itu memudahkan seorang guru dalam mengajar...
tapi, ya itu tadi, tapi...

tapi padatnya jam mengajar menjadikan ga ada waktu...
tapi ketidakjelasan mengajar apa untuk semester depan membuat bingung apa yang mau disiapin..
belum lagi kurikulum baru yang masih merangkak aja perkembangannya..

ah, itu kan tapi... sebenernya mungkin tetep bisa ya menuju ideal kalo punya kemauan keras, disiplin dan konsisten
bukankah problem itu sebenarnya tantangan
dan tantangan terbesar itu untuk bisa mengatakan pada diri sendiri, "cancel, go away!"

Posted by Ummu Hafidh - -

memang paling enak itu berangan-angan



dan terus saja berangan-angan





Posted by Ummu Hafidh - -

Kadang kita bilang ikhlas

tanpa kita sadari sebenarnya tertekan

Posted by Ummu Hafidh - -

#1 Syukur, Qonaah, Sedekah, Dzikir, Tawakal

*pelajaran dari orang pertama
aku bertanya kepadanya,kenapa aku sering melewatkan qonaah?
dia menjawab : qonaah erat kaitannya dengan syukur dan rasa cukup. bersedekahlah, karena dengan sedekah membantu orang lain dapat menghadirkan rasa cukup. menabunglah tiap hari untuk sedekah

Posted by Ummu Hafidh - -

I try some psi-test, and these are some results

You are any visual and tactile learner

You can benefit by using a combination of sight and experience when you study. You can pick up information by listening but you are too active to listen for long without speaking out. You like to see class demonstrations and you like to take part in study groups, labs, and learning games. You may talk with your hands and you may love to read. You would do well in a drama class. You may sit in the back of the class but you would probably be better off in the front. You can get distracted easily. You would benefit from making flash cards or using pre-made cards to study. You like study groups but you can also study well on your own. 

Posted by Ummu Hafidh - -

on Monday, November 12, 2012 at 9:04am i wrote at my social network :

Menulis - Pendidikan - Elektronika

I think,those are my three main passions. So please help me to find something that can gather those words.
* Book
I can write a book, cant i?
book about what?
for whom?
*something like educational games
what kinds?
how can i create?
*something like teaching
teaching about what?
whom are i teaching for?

God, please guide me!

Unpredictable, start on January 2nd 2013 i teach vocational highschool.
Is this God's sign?

Posted by Ummu Hafidh - -

Gembus yang sejatinya adalah ampas, tetapi banyak orang menggemarinya karena dapat diolah menjadi aneka makanan sedap... Pelajaran yang bisa diambil adalah dengan kreativitas kita bisa mengolah sesuatu menjadi lebih berharga.Selain itu, jadilah orang seperti pengolah gembus, orang yang bisa memberikan nilai kepada sesuatu/seseorang, bukan malah merendahkan atau menyingkirkan yang dirasa tidak lagi memberi manfaat.

23/10/2012

Posted by Ummu Hafidh - -

Bismillah

starting a new episode of teaching

networking, i'm coming...

Posted by Ummu Hafidh - -

Ada yang pernah menonton 13 going on 30? Filmnya menceritakan seorang berusia 13 tahun, menganggap hidupnya sebagai remaja sangat sulit dijalani. Suatu ketika saat merayakan hari ulang tahunnya yang ke 13 tahun, ia berdoa agar bisa menjadi lebih tua. Ketika terbangun, ia mendapati dirinya berusia 30 tahun. Singkat cerita, ia pun akhirnya menyadari bahwa menjadi orang dewasa tidak seindah bayangannya.

Bicara soal usia 13, saya juga mempunyai beberapa orang murid yang usianya sekitar 13 tahun. Seorang muridku yg paling terbuka diantara yang lain -sebut saja dia Girl- juga pernah berkata padaku, "aku kira aku sudah besar". Waktu itu dia ingin mencabut giginya, kebetulan temanku sedang mencari pasien cabut gigi, tapi ternyata yg dicari haruslah usia 18 ke atas. Ketika aku bertanya pada Girl kenapa dia bilang "aku kira aku sudah besar. Girl pun bicara padaku seperti ini, "biasa aja, girl kadang merasa dewasa dan pengen jadi orang dewasa, tapi kadang juga pengen jadi anak kecil.

Kata orang, usia13-18 adalah usia seorang manusia menjadi sangat labil dan menjadi-jadi.Aku lupa, dulu apakah aku seperti itu juga. Apakah aku ingin menjadi dewasa secara berlebihan atau tidak, aku lupa. Namun demikian, saat ini aku sedang terus berlatih, menjadi orang dewasa. Ya, sebuah proses belajar yang aku sendiri tak tau kapan akan berakhir.

Posted by Ummu Hafidh - -

Beruntungnya saya ini

beruntung saya menjadi orang biasa
sehingga saya bisa berbuat apa saja
semau saya
suka-suka saya

beruntung saya adalah orang biasa
sehingga orang bisa bertindak apa saja
kepada saya
tanpa harus enggan

sungguh beruntungnya saya
karna saya adalah orang biasa
tak banyak orang yang menjadikan saya teladan
sebab memimpin diri sendiri saja sudah susah

Semoga Allah benar-benar menjadikan saya
dalam golongan orang-orang yang beruntung


(ini sajak bukan sih?)
yogya, 10 November 2010

Posted by Ummu Hafidh - -

Kelas hari itu kami mebahas soal security jaringan, Wide Area Network. Dunia seluas ini dapat terjangkau dengan mudah dengan fasilitas layanan internet. Tahukah anda bahwa di mana saja kita sedang "ngenet" pasti akan ketahuan? Meski butuh waktu, tetapi teknologi membuat semuanya menjadi mungkin. Secara sederhana, hal itu bisa dijelaskan seperti ini. Setiap wilayah punya rentang ip tertentu, setiap provider punya record pelanggan, dan seluruh kepemilikan ip itu semua merujuk pada sebuah asosiasi yang mengatur wilayah rentang ip seluruh dunia. So, kalau teknologi buatan manusia saja bisa melakukan pengawasan seperti itu, apakah kita masih meragukan kemampuan pengawasan Rabb semesta alam?