Indahnya Belajar dan Mengajar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
Showing posts with label belajar. Show all posts
Showing posts with label belajar. Show all posts
Posted by admin - -

Pemateri Ibu Septi Peni Wulandani
Materi Kulwapp
MANAJEMEN STRESS
MEMAHAMI STRESS
Gejala-gejala stres mencakup mental, sosial dan fisik. Hal-hal ini meliputi kelelahan, kehilangan atau meningkatnya napsu makan, sakit kepala, sering menangis, sulit tidur dan tidur berlebihan. . Perasaan was-was, frustrasi, atau kelesuan dapat muncul bersamaan dengan stres.
EFEK STRESS
1. Stress adalah penyebab dari 70-95% penyakit
2. Stress dapat menciutkan otak
3.Stress menurunkan efisiensi
4.Stress dapat merusak gen
(Sumber : American Academy of Family Physicians)

Posted by admin - -

Alhamdulillah hari ini bisa hadir di kuliah rutin #ibuprofesional Salatiga setelah sekian lama aku tidak bisa hadir. Sudah terlalu kangen dan ada kesempatan untuk ijin meninggalkan sekolah, langsung cus ke margosari meskipun hari ini jatahnya materi bunda produktif dan bunda shaliha (sama sekali belum pernah ikut, hehehe).

Materi bunda produktif kali ini mengenai sociopreneur. Ringkasnya, sociopreneur adalah seseorang yang memiliki kepedulian sosial, dia melihat ada masalah sosial dan berusaha menemukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan kemampuan wirausahanya. Perbedaan mencolok antara sociopreneur dengan entrepreneur adalah, jika entrepeneur biasanya didominasi motivasi duniawi dan untuk pribadi. Namun, entepreneur yang baik biasanya memiliki CSR, sederhananya dia memberikan sebagian yang ia peroleh untuk yang membutuhkan. Adapun #sociopreneur motivasinya untuk memberikan solusi terhadap permasalahan sosial. Selain entepreneur dan #sociopreneur, adapula LSM. Motivasi LSM sama-sama masalah sosial tetapi tidak punya kemampuan wirausaha sehingga hanya mengandalkan pendonor atau bantuan orang lain.Ketiganya baik, kita bisa menyesuaikan dengan keadaan kita masing-masing. Well, kalau saya kayaknya lebih cocok LSM hehehe...

"Tugas" dari pertemuan ini adalah menemukan hal-hal dari lingkungan terdekat yang seringkali menimbulkan 'kegalauan' yang sangat-sangat mengganggu. Saya akan coba menguraikannya di tulisan ini, beberapa hal yang seringkali membuat saya 'galau' selama saya mengajar maupun di lingkungan sekitar tempat tinggal saya.

Pelajaran yang terpisah (di sekolah)
Dalam hal belajar-megajar, saya sering merasa kalau pembelajaran yang terjadi hanya sepotong-sepotong. Materi atau mata pelajarannya banyak banget, tapi anak tidak mengerti keterkaitan satu dengan yang lainnya. Anak-anak menerima semuanya secara mentah sebagai varian-varian materi pelajaran : matematika, bahasa indonesia, bahasa inggris, agama, seni budaya, Pkn, olahraga, kewirausahaan, kimia, fisika, ipa, ips, dan mapel-mapel kejuruan (karena saya ngajar di smk). Bayangkan jika kita menerima mapel sebanyak itu dan nggak ngerti hubungannya apa, akan kepakai untuk apa. Pasti hanya akan menjadi beban, dan sangat mungkin setelah ulangan berlalu nggak secuilpun materi yang masih tersisa di otak (hehehe, yang ini pengalaman pribadi saya dengan pelajaran-pelajaran yang nggak saya pahami). Oke, ini sebuah masalah yang pasti ada solusinya.

Sebenernya, saya punya sebuah pandangan yang barangkali bisa menjadi solusi, yaitu dengan pembelajaran secara holistik alias menyeluruh. Maksud dari menyeluruh adalah siswa dapat memahami keterkaitan satu mapel dengan lainnya, siswa dapat mengaplikasikan berbagai pengetahuan yang berupa banyaknya mapel sebagai sebuah discovery atau penemuan atau solusi dari sebuah masalah. Biasanya memang dengan metode 'project based' lebih bisa dilakukan pembelajaran holistik. Mungkin juga bisa ditemukan cara-cara lain. Nah untuk teknis yang lebih detil saya sendiri masih merasa harus banyak belajar dan berdiskusi dengan para inspirator.

Degradasi Moral
Masalah degradasi moral rasanya sudah menjadi masalah nasional. Di sekolah, tentu saja banyak sekali hal-hal yang membuat hati saya miris. 

(tobe continued ya, udah bel pulang... )

Posted by admin - -

Alhamdulillah buku solo pertamaku terbit. Judulnya Teknik Dasar Komputer. Isinya, materi seputar mikroprosesor, orgaskom, siskom dan sedikit tentang protokol komunikasi. Pas banget buat jurusan TKJ yang SMK nya pake kurlum 2013. Pas juga buat mahasiswa TE, TI, Ilkomp insya Allah. Yang penasaran atau mau pesan langsung aja ya cekidot disini

Posted by Ummu Hafidh - -

Adakah diantara kalian yang semakin bertambah usia semakin semangat untuk belajar? Seiring meningkatnya jenjang pendidikan semakin bergairah terhadap ilmu? Jika iya, saya ucapkan selamat, anda sungguh beruntung. Ya, beruntung karena fenomena yang kerap saya temui justru sebaliknya.


Jika saya mengingat masa kanak-kanak saya betapa besar keinginan untuk bersekolah.Diantara kita saat itu mungkin tidak sedikit yang ingin ikut kakak pergi ke sekolah. Masa taman kanak-kanak bagi kebanyakan kita menyisakan kenangan yang sangat menyenangkan. Setiap hari bermain, bernyanyi, dan melakukan hal-hal lain yang sifatnya senang-senang. Padahal tanpa kita sadari kita belajar banyak hal. Masa taman kanak-kanak membuat kita mengambil kesimpulan bahwa sekolah itu menyenangkan.

Posted by Ummu Hafidh - -

Mengajarkan IP pada siswa kelas X yang notabene belum pernah belajar tentang IP, emang sedikit membingungkan. Kesempatan ini saya sekedar berbagi sedikit pengalaman kemaren...

*Bagaimana mengajarkan analogi IP ?
IP v4 (karena untuk v6 saya jg masih agak nge-blank) kan terdiri dari Net ID dan Host ID tuh, kalo diawang2 kebanyakan siswa bingung. Saya analogikan aja Misal Populasi SMK, Net ID adalah kelasnya kalau Host ID adalah nomor absen....

*Bagaimana cara mengulang materi klasifikasi IP, menentukan subnet mask dan ID, IP host, IP broadcast, IP network?

Posted by Ummu Hafidh - -

Ada yang menarik di semester ini. Actually, bukan hal yang spesial ato gimana-gimana sih... Pengalaman pertamaku mengikuti "arus" persiapan audit. Sibuk? pasti... soalnya semua disiapkan dadakan... Harusnya sih memang gak nunggu diaudit, jadi gak kalang kabut. tapi..
Anyway, berdasarkan pengalaman itu, perenunganku membuahkan pemikiran-pemikiran yang sama sekali bukan pemikiran baru, hehe..

  • sebenernya, 24 jam mengajar dari pemerintah itu ideal, dengan catatan seorang guru tertib dengan segala ubo rampe mengajarnya..
  • sebenernya (lagi), ubo rampe yang disiapkan menurut prosedur itu memudahkan seorang guru dalam mengajar...
tapi, ya itu tadi, tapi...

tapi padatnya jam mengajar menjadikan ga ada waktu...
tapi ketidakjelasan mengajar apa untuk semester depan membuat bingung apa yang mau disiapin..
belum lagi kurikulum baru yang masih merangkak aja perkembangannya..

ah, itu kan tapi... sebenernya mungkin tetep bisa ya menuju ideal kalo punya kemauan keras, disiplin dan konsisten
bukankah problem itu sebenarnya tantangan
dan tantangan terbesar itu untuk bisa mengatakan pada diri sendiri, "cancel, go away!"