Indahnya Belajar dan Mengajar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
Posted by admin - -

Matematika identik dengan hitung menghitung. Namun, seberapapun senangnya saya menghitung. Masih banyak hal yang tidak bisa dihitung secara manusiawi. Hujan misalnya. Selain malas, saya berpikir saya tidak akan bisa menghitung berapa banyaknya tetes air yang turun saat hujan. Ibarat nikmatNya yang sangat banyak, tidak perlu dihitung, cukup disyukuri.

#day3
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath

Posted by admin - -

Persamaan matematika dengan n variabel seringkali membuat kita pusing duluan melihatnya. Namun, sudahkah kita paham apakah sebenarnya variabel itu? Bagaimana menjelaskan variabel dengan bahasa sederhana? Berikut sebuah ilustrasi sederhana yang bisa digunakan sebagai contoh.

Dalam matematika, untuk mengukur volume diperlukan tiga komponen yaitu panjang, lebar dan tinggi. Jika kita mengukur volume air dalam bak misalnya, maka kita tahu bahwa panjang dan lebar akan selalu sama. Kita hanya perlu mengukur komponen yang nilainya berubah saja, yaitu tinggi. Dengan demikian, komponen tinggi di sini adalah variabel.

Ilustrasi ini saya dapatkan tadi ketika di pombensin melihat petugas mengukur volum tangki.

#day2
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath

Posted by admin - -

Kita semua tahu bahwa lama satu hari adalah 24 jam. Namun demikian, kita sering merasakan perbedaan panjangnya hari. Ada kalanya kita merasa hari hari begitu cepat berlalu, juga sebaliknya. Hari jumat misalnya, saya merasa hari jumat lebih pendek dari hari hari lainnya.

Dalam satu hari, terkadang kita bisa melakukan banyak sekali kegiatan ataupun menyelesaikan banyak sekali hal. Ada kalanya juga dalam satu hari tak satupun pekerjaan dapat diselesaikan, tak satupun kegiatan dapat dilakukan.

Mengapa demikian ? Padahal 1 hari = 24 jam itu pasti.

24 jam itu pasti dalam ukuran logika manusia. Namun sebagai makhluk kompleks yang tidak hanya dianugrahi akal, maka waktu yang dirasakan adalah relatif. Relativitas waktu terkadang dipengaruhi oleh suasana hati atau perasaan. Tatkala senang, waktu seperti lebih cepat berlalu. Tatkala senang, kita relatif dapat mengerjakan lebih banyak hal. Aapun relativitas waktu dari sisi spiritual adalah apa yang sering kita sebut berkah/barokah. Ukuran waktu berdasarkan keberkahan ini bisa dijadikan bahan muhasabah. Waktu yang berkah adalah waktu yang bermanfaat. Semakin banyak manfaat yang bisa dibagikan dalam satu ukuran waktu, maka insya Allah semakin banyak pula keberkahan dalam waktu waktu yang kita lalui.

#day1
#gamelevel6
#tantangan10hari
#ilovemath

Posted by admin - -

Tantangan game ke 4 kelas bunda sayang iip bertajuk mengenal gaya belajar. Saya sudah mencoba beberapa jenis tes gaya belajar secara online tetapi hasilnya selalu berbeda dan beda persentase urutannya tidaklah signifikan. Hal ini membuat saya penasaran dengan gaya belajar dominan saya. Selain itu saya pun jadi berusaha mengingat bagaimana dulu saya belajar ketika masih sekolah (sd-s1)?

Selama masa yang diberikan untuk mengerjakan tantangan ini, saya fokus mengeksplorasi gaya belajar saya sendiri. Namun demikian sesekali saya juga mengamati orang orang atau anak anak di sekitar saya. Saya berusaha mengingat bagaimana cara saya dulu belajar. Saya tidak ingat benar cara belajar masa SD hanya seingat saya Ibu yang mendampingi saya belajar. Mulai SMP, lebih mandiri dalam belajar saya ingat saya sering belajar dengan menuliskan kembali yang terbawa sampai kuliah.

Di awal sma saya mengalami kejenuhan sekolah hingga saya menemukan kembali semangat saya dengan mengikuti berbagai ekstrakulikuler. Untuk pelajaran hitungan seperti matematika fisika, saya ingat saya suka belajar dengan berlatih mengerjakan soal soal sampai terkadang menemukan pola cara mengerjakan yang menurut saya lebih mudah. Untuk pelajaran teori saya suka membaca dan menulis rangkuman materinya dengan gaya yang biasanya hanya saya yang paham dan memudahkan saya untuk mengingat materi dengan kata/kalimat yang singkat singkat.

Ketika awal kuliah saya juga sempat mengalami sedikit kesulitan menyesuaikan diri menggunakan teknologi informasi. Hal ini terutama dalam menulis tugas, menulis materi karena saya terbiasa menulis dengan pena. Namun, cara saya belajar tidak jauh berbeda yaitu dengan menulis rangkuman ala saya. Mulai kuliah saya hampir selalu belajar sambil mendengar playlist suara suara di laptop. Sebelumnya, ketika sd-sma seringnya sambil mendengarkan televisi.

Selama mengeksplorasi diri saya mencoba beberapa jenis tes gaya belajar dan mencocokkan dengan diri sendiri. Awalnya sempat semakin bingung  tetapi kemudian saya mengambil hikmah bahwa menyelami gaya belajar tujuan akhirnya adalah mengerti dengan cara apa kita bisa menemukan kondisi "quantum learning", bukan harus tau pasti apa gaya belajar dominan yang dimiliki.

Posted by admin - -

Saya sedang mencoba